Diterjemahkan dari tesis McGill University berjudul One of the Last Ottoman Seyhülislâms, Mustafa Sabri Efendi (1869-1954: His Life, Works and Intellectual Contributions.
Sabri hidup di zaman transformasi politik dan agama yang sedang berlangsung di akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh. Kehidupan batinnya di pengasingan dari Turki di Rumania, Yunani, Lebanon, Hijaz (sekarang Arab Saudi), dan Mesir didominasi oleh rasa duka yang amat sangat atas krisis di dunia Muslim. Tidak seperti reformis Muslim abad kesembilan belas dan kedua puluh (müceddidler), yang percaya Islam membutuhkan Reformasi yang sebanding dengan Protestan untuk mendapatkan kembali kejayaan politik mereka sebelumnya, Sabri mencemooh perolehan kekuasaan duniawi dengan mengorbankan nilai-nilai Muslim.
Bersamaan dengan cemoohan Sabri terhadap gagasan reformasi Islam, dia juga mempertanyakan nilai dari mengimpor gagasan para pemikir Abad Pencerahan untuk mereformasi teologi dan hukum Islam.
Meski tidak secara inheren anti-Barat, tetapi dia mempertanyakan nilai- nilai kapitalis Barat dan tidak berpikir ke arah mana masyarakat Muslim harus bergerak. Ya, Mustafa Sabri menulis tentang teologi, filsafat, hukum Islam, dan Al-Qur’an namun, dia juga sangat prihatin dengan masalah ekonomi dan sosial pada zamannya. Ide Sabri tentang keadilan sosial dan kesetaraan tetap relevan dengan kritik terhadap liberalisme dan masyarakat kapitalis.
Judul: Mustafa Sabri Efendi : Syaikhul Islam terakhir Utsmani
Penulis: Mehmet Karabela
Penerjemah: Reza Maulana Hikam
Penyunting: Sri Andiani Zamrud
Tahun terbit: 2021
ISBN: 978-623-95278-1-5