Segera Terbit! Prapesan telah dibuka!
Dengan menelusuri perkembangan historis dan penyebaran geografisnya, buku ini menunjukkan bahwa kedaulatan bukanlah konsep yang statis atau universal, melainkan terbentuk melalui dinamika kekuasaan, perdebatan intelektual, dan variasi konteks politik di berbagai negara.
Buku ini membahas konsep kedaulatan sebagai gagasan kunci dalam politik dan hukum yang terus mengalami perubahan makna dan fungsi sejak kemunculannya pada abad ke-16 hingga konteks global kontemporer. Dengan menelusuri perkembangan historis dan penyebaran geografisnya, buku ini menunjukkan bahwa kedaulatan bukanlah konsep yang statis atau universal, melainkan terbentuk melalui dinamika kekuasaan, perdebatan intelektual, dan variasi konteks politik di berbagai negara. Selain mengulas perdebatan klasik mengenai hakikat dan pemilik kedaulatan, buku ini juga mengangkat pertanyaan mendasar tentang relevansi dan bahkan eksistensi kedaulatan di tengah transformasi dunia modern, termasuk munculnya institusi supranasional dan kompleksitas tata kelola global.
Buku Teori Kedaulatan: Sejarah, Perkembangan, dan Kajian Kritisnya ini mengajak pembaca menelusuri secara sistematis perkembangan historis konsep kedaulatan, dari akar klasik hingga dinamika kontemporer. Uraian tersebut disusun runtut dan reflektif, sehingga memperlihatkan transformasi gagasan kedaulatan dalam lintasan zaman.
Menariknya, pada bagian pertengahan buku ini, penulis secara argumentatif mendekonstruksi teori-teori kedaulatan yang mapan melalui perspektif poskolonial yang kokoh. Pendekatan ini memberikan sudut pandang kritis yang segar sekaligus memperluas horizon kajian. Buku ini bermanfaat tidak hanya bagi pengembangan ilmu hukum, tetapi juga bagi disiplin ilmu politik dan kajian sosial secara umum.
Prof. Dr. Hadi Shubhan, S.H., M.H., CN., Guru Besar dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga
Buku Teori Kedaulatan: Sejarah, Perkembangan, dan Kajian Kritisnya karya Sultoni Fikri dan Rizky Bangun Wibisono ini tidak sekadar mengulang doktrin klasik, tetapi berhasil menghidupkan kembali perdebatan konseptual tentang kedaulatan dengan cara yang segar dan kritis. Karya ini memperlihatkan bahwa kedaulatan merupakan gagasan yang terus diuji oleh perubahan zaman. Pembahasan mengenai tantangan digitalisasi dan supranasionalisme memperlihatkan relevansi buku ini terhadap perkembangan ketatanegaraan kontemporer, sehingga layak menjadi rujukan penting bagi pengembangan ilmu hukum tata negara.
Prof. Dr. Hufron., S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Buku Teori Kedaulatan: Sejarah, Perkembangan, dan Kajian Kritisnya menghadirkan pembacaan yang penting dan relevan atas konsep kedaulatan, terutama ketika dikaitkan dengan isu keadilan sosial dan perlindungan dalam perspektif HAM. Penulis membuka ruang refleksi kritis terhadap bagaimana kedaulatan sering kali dipraktikkan secara eksklusif dan mengabaikan dimensi kemanusiaan, termasuk pengalaman perempuan.
Melalui pendekatan yang reflektif dan analitis, buku ini memperlihatkan bahwa kedaulatan bukanlah konsep yang netral, melainkan sarat dengan relasi kuasa yang dapat berdampak pada marginalisasi. Dalam konteks ini, perspektif kritis yang dihadirkan, termasuk nuansa poskolonial, menjadi sangat penting untuk membaca ulang posisi negara, hukum, dan masyarakat dalam menjamin keadilan substantif.
Saya melihat buku ini disusun dengan sangat baik, dengan alur argumentasi yang kuat dan diskusi yang bernas. Ia memberikan kontribusi bagi upaya mendorong diskusi epistemik yang lebih inklusif. Buku ini layak menjadi rujukan penting, baik bagi akademisi maupun para pegiat isu-isu keadilan sosial.
Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si., Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Judul: Teori Kedaulatan – Sejarah, Perkembangan, dan Kajian Kritisnya
Penulis: Sultoni Fikri dan Rizky Bangun Wibisono
Tahun terbit: Segera terbit, 2026!
ISBN: